السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
HUKUM MEMBACA AL-QURAN MUS'HAF, DAN APLIKASI AL-QURAN.
Mushaf adalah Lembaran lembaran yg berisi ayat-ayat yg berisi wahyu kepada baginda rosul, yg telah dibukukan sejak shohabat zait bin tsabit ra. kemudian diresmikan pada saat kekholifahan utsman bin 'affan ra. (yg disebut mushaf utsmany) seperti ALQURAN sekarang ini(tanpa disertai terjemah)
Hukum menyentuhnya adalah harus bersuci dari hadats kecil(wudhu) dan hadats besar(mandi junub).
اِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيْمٌ(٧٧) فِى كِتَابٍ مَكْنُوْنٍ(٧٨)لَا يَمَسُّهُ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَ(٧٩) الواقعة(٧٧-٧٩)
"Seungguhnya Al-quran ini adalah bacaan yg sangat mulia(77)Pada kitab yg terpelihara(lauhul-mahfudz)(78)TIDAK MENYENTUHNYA kecuali orang-orang yg diSUCIKAN(79)
(QS.Al-waqiah 77-79)
Adapun Al-QURAN TERJEMAH, bukan termasuk mushaf karena isi terjemahnya/tafsirnya lebih banyak dari tulisan ayat ayat Quran itu sendiri, jadi tidak dihukumi sebagaimana mushaf ALQURAN. Dengan kata lain BOLEH menyentuh dan membacanya walaupun tidak dalam keadaan suci dari hadats kecil/besar. Tetapi lebih afdhol jika dalam keadaan suci.
Lalu bagaimana jika membaca quran dengan menggunakan APLIKASI tablet atau handphone? Perlukah berwudhu sebelumnya?
HP dan peralatan semisalnya yang di dalamnya direkam Al-Qur’an tidak seperti hukumnya mushaf. Karena huruf Al-Qur’an yang terdapat di aplikasi peralatan ini berbeda dengan keberadaan huruf di mushaf.
Maka sifat yang dibacanya tidak ada, yang ada adalah sifat gelombang yang terdiri dari huruf dengan gambarnya ketika diminta, barulah akan terlihat di layar dan akan hilang ketika dipindah ke aplikasi yang lainnya.
Maka dari itu, pendapat yang paling kuat adalah BOLEH menyentuh HP atau kaset yang di dalamnya ada rekaman dan dibolehkan membaca quran darinya, meskipun tanpa berwudhu sebelumnya atau dalam keadaan junub sekalipun.
Bacaan Al-Qur’an dari HP memudahkan bagi wanita haid, dan bagi orang yang kesulitan membawa mushaf bersamanya. Atau di tempat yang sulit untuk berwudhu karena tidak disyaratkan bersuci dalam menyentuhnya.
Hanya lebih afdhol jika dalam keaadaan suci.
والله اعلم
AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR
https://nawawiqolbulabyad.blogspot.com
Rabu, 24 Januari 2018
Selasa, 23 Januari 2018
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
*JADIKAN SEMUA SEMATA-MATA KARNA ALLOH SWT*
Orang-orang yang telah menjadikan Ridho Allah semata sebagai tujuan hidupnya tidak mungkin dapat disimpangkan dari jalan yang benar. Mereka tidak mempan di-iming-imingi dengan kenikmatan apapun di dunia ini. Sebab mereka sangat yakin bahwa kenikmatan jannah (surga) yang Allah janjikan bagi mereka tidak bisa disetarakan apalagi dikalahkan oleh kenikmatan duniawi bagaimanapun bentuknya. Harta, tahta maupun wanita tidak mungkin mereka dahulukan daripada kenikmatan ukhrawi surgawi yang Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sendiri gambarkan sebagai berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّه
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ
وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: Allah berfirman: “Aku telah sediakan untuk hamba-hambaKu yang sholeh apa-apa yang tidak pernah mata memandangnya, dan tidak pernah telinga mendengarnya dan tidak pernah terbersit di dalam hati manusia.” ( HR Bukhary)
*HATI HATI PADA TIPUAN SETAN*
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ
وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
”Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS Al-Hijr ayat 39-40)
Diantara maksiat yg _sering_ kita anggap sepele adalah :
1. Ghibah(ngrasani)
2.Berjilbab tapi pakaian ketat.
3. Memandang lawan jenis bukan mahrom dg kagum(bisa jd syahwat walaupun sedikit)
4.Terbuka aurot,
Laki(antara pusar-lutut)/perempuan(seluruh tubuh kec. Muka dan telapak tangan saja)
5.Membunuh binatang/tumbuhan tanpa menyebut nama ALLOH SWT(membaca basmalah)
contoh: membunuh nyamuk, kecoa, ular dll.
Semua termasuk maksiat, iblis sering kali menggiring opini kedalam mainset kita(otak) untuk menganggap hal itu biasa saja," Ah cuman nyamuk bunuh aja" tanpa basmalah.
Itulah janji iblis, menyesatkan manusia.
SEMOGA KITA TERHINDAR DARI SEMUA TIPU DAYA IBLIS!
والله اعلم
*JADIKAN SEMUA SEMATA-MATA KARNA ALLOH SWT*
Orang-orang yang telah menjadikan Ridho Allah semata sebagai tujuan hidupnya tidak mungkin dapat disimpangkan dari jalan yang benar. Mereka tidak mempan di-iming-imingi dengan kenikmatan apapun di dunia ini. Sebab mereka sangat yakin bahwa kenikmatan jannah (surga) yang Allah janjikan bagi mereka tidak bisa disetarakan apalagi dikalahkan oleh kenikmatan duniawi bagaimanapun bentuknya. Harta, tahta maupun wanita tidak mungkin mereka dahulukan daripada kenikmatan ukhrawi surgawi yang Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sendiri gambarkan sebagai berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّه
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ
وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: Allah berfirman: “Aku telah sediakan untuk hamba-hambaKu yang sholeh apa-apa yang tidak pernah mata memandangnya, dan tidak pernah telinga mendengarnya dan tidak pernah terbersit di dalam hati manusia.” ( HR Bukhary)
*HATI HATI PADA TIPUAN SETAN*
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ
وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
”Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS Al-Hijr ayat 39-40)
Diantara maksiat yg _sering_ kita anggap sepele adalah :
1. Ghibah(ngrasani)
2.Berjilbab tapi pakaian ketat.
3. Memandang lawan jenis bukan mahrom dg kagum(bisa jd syahwat walaupun sedikit)
4.Terbuka aurot,
Laki(antara pusar-lutut)/perempuan(seluruh tubuh kec. Muka dan telapak tangan saja)
5.Membunuh binatang/tumbuhan tanpa menyebut nama ALLOH SWT(membaca basmalah)
contoh: membunuh nyamuk, kecoa, ular dll.
Semua termasuk maksiat, iblis sering kali menggiring opini kedalam mainset kita(otak) untuk menganggap hal itu biasa saja," Ah cuman nyamuk bunuh aja" tanpa basmalah.
Itulah janji iblis, menyesatkan manusia.
SEMOGA KITA TERHINDAR DARI SEMUA TIPU DAYA IBLIS!
والله اعلم
Kamis, 18 Januari 2018
Berjibablah SAUDARIKU...!
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
اَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمِ
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ اِنَّهُ كَانَ غَفّٰرًا
Sebelumnya saya mohon maaf..... Sekali.... tp bagaimanapun amar ma'ruf nahi munkar harus ditegakkan.
*Berjilbablah Wahai SAUDARIKU....*
Karena yang termasuk penduduk neraka yang bahkan ia tidak mencium bau harumnya syurga adalah para wanita yang mereka memakai pakaian tetapi sebenarnya ia telanjang. Artinya mereka memakai pakaian, tetapi tidak memenuhi aturan syariat, memakai pakaian yang bagian bagiannya harus ditutupi, tetapi masih tetap dibiarkan terbuka bahkan sengaja dibuka untuk menarik perhatian lawan jenisnya, untuk membuat kaum laki-laki cenderung kepadanya menjadi pusat perhatian yang berjalannyapun kemudian dilenggak lenggokkan hingga kemudian laki lakipun cenderung kepadanya.
Lalu kemudian rambut mereka dibuat berbagai macam style, agar supaya lebih menarik perhatian.
Rosululloh SAW bersabda: “ Tidak akan masuk syurga wanita yang menghias rambutnya sedemikian rupa menyerupai punuk unta.
( _punuk unta_ disini mempunyai arti kata kiasan berbagai model gaya rambut)
Perintah berjilbab juga terdapat dalam
AL-QURAN
يٰۤـاَيُّهَا النَّبِىُّ قُلْ لِّاَزۡوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ يُدۡنِيۡنَ عَلَيۡهِنَّ مِنۡ جَلَابِيۡبِهِنَّ ؕ ذٰ لِكَ اَدۡنٰٓى اَنۡ يُّعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. AL-AHZAB 59)
Wahai para kaum muslimah ketika anda mengaku bahwa anda lebih mengutamakan untuk menutup hati anda dengan jilbab ketika itu dibuktikan pula dengan memakai jilbab bagian luar anda, tubuh anda, karena itu adalah makna iman. Iman bukan hanya sekedar dalam hati saja, tetapi dibuktikan dengan lisan dan perbuatan. Ditampakkan melalui perbuatan dzohir yang harus ditaati pula dengan mengenakan jilbab. Jilbab adalah seluruh pakaian yang menutupi seluruh aurat wanita, sedangkan aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Maka kerudung mini yang dipadukan dengan jeans bukanlah jilbab karena masih memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya.
Berbagai pelecehan seksual yang terjadi dimana-mana bukan tidak mungkin disebabkan karena para wanita yang tidak menutupi auratnya, tidak menjaga keindahan tubuhnya bahkan memamerkannya. Sehingga kemudian orang mengganggu dirinya, melecehkan dirinya, atau menghinakan dirinya.
Ini adalah perintah dari Allah dan Rosul-Nya. Perintah berjilbab adalah dari Allah Ta’ala yang maha berilmu, yang maha bijaksana, yang maha mendengar, yang maha melihat, yang mengetahui kebaikan dan keburukan. Maka barang siapa yang melanggar syariat ini akan mendapatkan akibatnya didunia terlebih di akhirat.
DAN INGATLAH!!! SAUDARIKU....
*JILBAB TERAHIR YANG KAU PAKAI ADALAH KAIN KAFFAN*
والله اعلم..
اَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمِ
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ اِنَّهُ كَانَ غَفّٰرًا
Sebelumnya saya mohon maaf..... Sekali.... tp bagaimanapun amar ma'ruf nahi munkar harus ditegakkan.
*Berjilbablah Wahai SAUDARIKU....*
Karena yang termasuk penduduk neraka yang bahkan ia tidak mencium bau harumnya syurga adalah para wanita yang mereka memakai pakaian tetapi sebenarnya ia telanjang. Artinya mereka memakai pakaian, tetapi tidak memenuhi aturan syariat, memakai pakaian yang bagian bagiannya harus ditutupi, tetapi masih tetap dibiarkan terbuka bahkan sengaja dibuka untuk menarik perhatian lawan jenisnya, untuk membuat kaum laki-laki cenderung kepadanya menjadi pusat perhatian yang berjalannyapun kemudian dilenggak lenggokkan hingga kemudian laki lakipun cenderung kepadanya.
Lalu kemudian rambut mereka dibuat berbagai macam style, agar supaya lebih menarik perhatian.
Rosululloh SAW bersabda: “ Tidak akan masuk syurga wanita yang menghias rambutnya sedemikian rupa menyerupai punuk unta.
( _punuk unta_ disini mempunyai arti kata kiasan berbagai model gaya rambut)
Perintah berjilbab juga terdapat dalam
AL-QURAN
يٰۤـاَيُّهَا النَّبِىُّ قُلْ لِّاَزۡوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ يُدۡنِيۡنَ عَلَيۡهِنَّ مِنۡ جَلَابِيۡبِهِنَّ ؕ ذٰ لِكَ اَدۡنٰٓى اَنۡ يُّعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. AL-AHZAB 59)
Wahai para kaum muslimah ketika anda mengaku bahwa anda lebih mengutamakan untuk menutup hati anda dengan jilbab ketika itu dibuktikan pula dengan memakai jilbab bagian luar anda, tubuh anda, karena itu adalah makna iman. Iman bukan hanya sekedar dalam hati saja, tetapi dibuktikan dengan lisan dan perbuatan. Ditampakkan melalui perbuatan dzohir yang harus ditaati pula dengan mengenakan jilbab. Jilbab adalah seluruh pakaian yang menutupi seluruh aurat wanita, sedangkan aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Maka kerudung mini yang dipadukan dengan jeans bukanlah jilbab karena masih memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya.
Berbagai pelecehan seksual yang terjadi dimana-mana bukan tidak mungkin disebabkan karena para wanita yang tidak menutupi auratnya, tidak menjaga keindahan tubuhnya bahkan memamerkannya. Sehingga kemudian orang mengganggu dirinya, melecehkan dirinya, atau menghinakan dirinya.
Ini adalah perintah dari Allah dan Rosul-Nya. Perintah berjilbab adalah dari Allah Ta’ala yang maha berilmu, yang maha bijaksana, yang maha mendengar, yang maha melihat, yang mengetahui kebaikan dan keburukan. Maka barang siapa yang melanggar syariat ini akan mendapatkan akibatnya didunia terlebih di akhirat.
DAN INGATLAH!!! SAUDARIKU....
*JILBAB TERAHIR YANG KAU PAKAI ADALAH KAIN KAFFAN*
والله اعلم..
الفقه : استحاضة (hukum darah istihadhoh)
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
*_ISTIHADOH_*
*_istihadoh_* adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita di luar kebiasaan bulannya (haid) atau di luar waktu haid, serta bukan disebabkan karena melahirkan. Pada umumnya, wanita mengalami haid selama 6 - 8 hari paling lama 15 hari. Jika lebih dari 15 hari disebut dengan Istihadoh. Seorang wanita yang mengalami istihadoh dilarang meninggalkan ibadahnya, seperti salat, puasa dan ibadah lainnya.
*Hukum Darah Istihadoh*
Istihadoh merupakan peristiwa yang tidak menentu kesudahannya. Hal ini bukan sebuah penghalang untuk wanita muslim menjalankan ibadahnya setiap hari. Wanita yang mengalami istihadoh harus tetap menjalankan salat, puasa dan ibadah lainnya. Dalilnya hadits berikut:
'Dari Aisyah ra . dia berkata: Fatimah binti Abi Hubaisy “wahai Rasulullah , sesungguhnya aku mengalami istihadhah banyak sekali. Bagaimana menurutmu? Aku telah terhalang dengan sebab itu dari menuaikan salat dan puasa”. Dia berkata : “aku akan tunjukan padamu untuk mengetahuinya. Gunakan kapas untuk menutup kemaluanmu karena itu akan menutup aliran darahmu” dia berkata : darah tersebut terlalu deras. Kemudian di hadist tersebut Nabi SAW bersabda : “sesungguhnya darah tersebut tendangan tendangan syaitan, maka massa haidmu enam atau tujuh hari berdasarkan ilmu Allah Ta’ala. Kemudian mandilah jika engkau melihat dirimu sudah bersih (dari haidmu) dan berpuasalah” (HR.Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi dan dia menshahihkannya.
Di nukilkan bahwasannya Imam Ahmad menshahihkanya dan Al Bukhari menghasankannya)”. Selain itu, ada penjelasan tentang hukum wanita yang istihadoh yaitu :
1. Tetap Wajib Salat 5 Waktu
Seorang wanita yang keluar darah istihadoh dari kemaluannya tetap diwajibkan untuk mengerjakan salat 5 waktu. Karena darah istihadoh bukan darah haid atau pun darah
nifas , sehingga tidak ada larangan baginya untuk mengerjakan salat .
2. Tetap Wajib Puasa Ramadhan
Demikian juga dengan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan, tetap wajib dikerjakan, bila yang keluar hanya merupakan darah istihadoh. Puasa Qadha’ atas hari-hari yang ditinggalkan di bulan Ramadhan, kalau memang ada hutang, juga wajib dikerjakan, kalau yang keluar hanya darah istihadoh.
3. Boleh Tawaf dan Sa'i
Tawaf dan Sa’i mensyaratkan suci dari hadats kecil dan juga hadats besar, namun karena darah istihadoh tidak menyebabkan hadats besar. Maka cukup bagi wanita mencuci kemaluannya ( istinja ) untuk membersihkan darah yang keluar, lalu menyumpalnya dengan pembalut, kemudian berwudhu’ dan dipersilahkan mengerjakan tawaf dan sa’i.
4. Boleh Menyentuh Mushaf(AL-Quran)
Seorang wanita yang mengalami keluar darah istihadoh diperbolehkan untuk menyentuh Al Quran , sebagaimana ditetapkan oleh mayoritas ulama . Tentunya setelah ber wudhu terlebih dahulu.
5. Boleh Melafadzkan Al Quran
Dan melafazkan ayat-ayat Al Quran pun tidak menjadi larangan bagi wanita yang mendapat darah istihadoh. Asalkan dia telah membersihkan dirinya dari noda darah yang sekiranya mengotori tubuhnya.
6. Boleh Masuk Masjid
Wanita yang sedang istihadoh juga tetap diperbolehkan masuk ke dalam masjid. Tentu setelah membersihkan diri dan pakaiannya dari noda darah. Sebab meski boleh masuk masjid, namun mengotori masjid dengan darah yang keluar dari tubuh tentu tetap merupakan larangan. Sebab hukum dasarnya adalah bahwa masjid itu tempat suci, yang terlarang buat kita untuk membawa benda-benda najis ke dalamnya.
7. Boleh Melakukan Hubungan Seksual
Suami boleh menyetubuhi istrinya meski darah istihadoh mengalir keluar. Ini adalah pendapat ulama sebab tidak ada satu pun dalil yang mengharamkannya. Abdullah bin Abbas berkata:
“Kalau shalat saja boleh apa lagi bersetubuh.” Selain itu ada riwayat bahwa Ikrimah binti Himnah disetubuhi oleh suaminya dalam kondisi istihadoh.
Semoga bermanfaat...
والله اعلم...
*_ISTIHADOH_*
*_istihadoh_* adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita di luar kebiasaan bulannya (haid) atau di luar waktu haid, serta bukan disebabkan karena melahirkan. Pada umumnya, wanita mengalami haid selama 6 - 8 hari paling lama 15 hari. Jika lebih dari 15 hari disebut dengan Istihadoh. Seorang wanita yang mengalami istihadoh dilarang meninggalkan ibadahnya, seperti salat, puasa dan ibadah lainnya.
*Hukum Darah Istihadoh*
Istihadoh merupakan peristiwa yang tidak menentu kesudahannya. Hal ini bukan sebuah penghalang untuk wanita muslim menjalankan ibadahnya setiap hari. Wanita yang mengalami istihadoh harus tetap menjalankan salat, puasa dan ibadah lainnya. Dalilnya hadits berikut:
'Dari Aisyah ra . dia berkata: Fatimah binti Abi Hubaisy “wahai Rasulullah , sesungguhnya aku mengalami istihadhah banyak sekali. Bagaimana menurutmu? Aku telah terhalang dengan sebab itu dari menuaikan salat dan puasa”. Dia berkata : “aku akan tunjukan padamu untuk mengetahuinya. Gunakan kapas untuk menutup kemaluanmu karena itu akan menutup aliran darahmu” dia berkata : darah tersebut terlalu deras. Kemudian di hadist tersebut Nabi SAW bersabda : “sesungguhnya darah tersebut tendangan tendangan syaitan, maka massa haidmu enam atau tujuh hari berdasarkan ilmu Allah Ta’ala. Kemudian mandilah jika engkau melihat dirimu sudah bersih (dari haidmu) dan berpuasalah” (HR.Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi dan dia menshahihkannya.
Di nukilkan bahwasannya Imam Ahmad menshahihkanya dan Al Bukhari menghasankannya)”. Selain itu, ada penjelasan tentang hukum wanita yang istihadoh yaitu :
1. Tetap Wajib Salat 5 Waktu
Seorang wanita yang keluar darah istihadoh dari kemaluannya tetap diwajibkan untuk mengerjakan salat 5 waktu. Karena darah istihadoh bukan darah haid atau pun darah
nifas , sehingga tidak ada larangan baginya untuk mengerjakan salat .
2. Tetap Wajib Puasa Ramadhan
Demikian juga dengan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan, tetap wajib dikerjakan, bila yang keluar hanya merupakan darah istihadoh. Puasa Qadha’ atas hari-hari yang ditinggalkan di bulan Ramadhan, kalau memang ada hutang, juga wajib dikerjakan, kalau yang keluar hanya darah istihadoh.
3. Boleh Tawaf dan Sa'i
Tawaf dan Sa’i mensyaratkan suci dari hadats kecil dan juga hadats besar, namun karena darah istihadoh tidak menyebabkan hadats besar. Maka cukup bagi wanita mencuci kemaluannya ( istinja ) untuk membersihkan darah yang keluar, lalu menyumpalnya dengan pembalut, kemudian berwudhu’ dan dipersilahkan mengerjakan tawaf dan sa’i.
4. Boleh Menyentuh Mushaf(AL-Quran)
Seorang wanita yang mengalami keluar darah istihadoh diperbolehkan untuk menyentuh Al Quran , sebagaimana ditetapkan oleh mayoritas ulama . Tentunya setelah ber wudhu terlebih dahulu.
5. Boleh Melafadzkan Al Quran
Dan melafazkan ayat-ayat Al Quran pun tidak menjadi larangan bagi wanita yang mendapat darah istihadoh. Asalkan dia telah membersihkan dirinya dari noda darah yang sekiranya mengotori tubuhnya.
6. Boleh Masuk Masjid
Wanita yang sedang istihadoh juga tetap diperbolehkan masuk ke dalam masjid. Tentu setelah membersihkan diri dan pakaiannya dari noda darah. Sebab meski boleh masuk masjid, namun mengotori masjid dengan darah yang keluar dari tubuh tentu tetap merupakan larangan. Sebab hukum dasarnya adalah bahwa masjid itu tempat suci, yang terlarang buat kita untuk membawa benda-benda najis ke dalamnya.
7. Boleh Melakukan Hubungan Seksual
Suami boleh menyetubuhi istrinya meski darah istihadoh mengalir keluar. Ini adalah pendapat ulama sebab tidak ada satu pun dalil yang mengharamkannya. Abdullah bin Abbas berkata:
“Kalau shalat saja boleh apa lagi bersetubuh.” Selain itu ada riwayat bahwa Ikrimah binti Himnah disetubuhi oleh suaminya dalam kondisi istihadoh.
Semoga bermanfaat...
والله اعلم...
Rosul merindukan kita
....السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
SIAPAKAH SAUDARA ROSULULLOH
محمد صلى الله عليه وسلم
Bukannya para sahabat & khulafaur rasyidin saudara2 Rasul?? Ternyata bukan.....
Mari kita simak kisah berikut ini.....
Suatu ketika berkumpullah Nabi SAW bersama sahabat-sahabatnya yang mulia. Di sana hadir pula sahabat paling setia, Abu Bakar ash-Shiddiq. Kemudian terucap dari mulut baginda yang mulia: “Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan saudara-saudaraku.”
Suasana di majelis itu hening sejenak. Semua yang hadir diam seolah sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi sayidina Abu Bakar, itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihinya melontarkan pengakuan demikian.
“Apakah maksud anda berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?”Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mulai memenuhi pikiran.
“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku.” Suara Rasulullah bernada rendah.
“Kami juga saudaramu, wahai Rasulullah,” kata seorang sahabat yang lain seolah iri dengan kedudukan itu.
Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian Baginda bersabda:
_"Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.”
(HR Muslim)
_
Lihatlah betapa sayang dan cintanya Rasul untuk kita umatnya. Walaupun Rasulullah tidak pernah bertemu dengan kita namun cinta dan kasihnya kepada kita tidak pernah pudar. Saat ajal menjemput pun kata kata terakhir yang terucap dari mulut beliau adalah umatnya.
Untuk kita, beliau telah siapkan doa mustatabah sebagai syafaat penyelamat di akhirat kelak
Rasulullah berkata “Setiap nabi mempunyai doa yang mustajab. Maka setiap nabi bersegera memanfaatkan doa itu. Tetapi aku menyimpankan doa itu sebagai penolong untuk umatku pada Hari Kiamat (syafaat).”
(HR.Muslim)
Semoga kita bisa menjadi saudara-saudara yang dirindukan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam...
Amin...
صَلُّوا عَلَى النَّبِى مُحَمَّد بِقَوْلِ اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلُّمْ وَبَارِكٍ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد
SIAPAKAH SAUDARA ROSULULLOH
محمد صلى الله عليه وسلم
Bukannya para sahabat & khulafaur rasyidin saudara2 Rasul?? Ternyata bukan.....
Mari kita simak kisah berikut ini.....
Suatu ketika berkumpullah Nabi SAW bersama sahabat-sahabatnya yang mulia. Di sana hadir pula sahabat paling setia, Abu Bakar ash-Shiddiq. Kemudian terucap dari mulut baginda yang mulia: “Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan saudara-saudaraku.”
Suasana di majelis itu hening sejenak. Semua yang hadir diam seolah sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi sayidina Abu Bakar, itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihinya melontarkan pengakuan demikian.
“Apakah maksud anda berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?”Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mulai memenuhi pikiran.
“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku.” Suara Rasulullah bernada rendah.
“Kami juga saudaramu, wahai Rasulullah,” kata seorang sahabat yang lain seolah iri dengan kedudukan itu.
Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian Baginda bersabda:
_"Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.”
(HR Muslim)
_
Lihatlah betapa sayang dan cintanya Rasul untuk kita umatnya. Walaupun Rasulullah tidak pernah bertemu dengan kita namun cinta dan kasihnya kepada kita tidak pernah pudar. Saat ajal menjemput pun kata kata terakhir yang terucap dari mulut beliau adalah umatnya.
Untuk kita, beliau telah siapkan doa mustatabah sebagai syafaat penyelamat di akhirat kelak
Rasulullah berkata “Setiap nabi mempunyai doa yang mustajab. Maka setiap nabi bersegera memanfaatkan doa itu. Tetapi aku menyimpankan doa itu sebagai penolong untuk umatku pada Hari Kiamat (syafaat).”
(HR.Muslim)
Semoga kita bisa menjadi saudara-saudara yang dirindukan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam...
Amin...
صَلُّوا عَلَى النَّبِى مُحَمَّد بِقَوْلِ اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلُّمْ وَبَارِكٍ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد
BACAAN TASYAHUD TERMASUK RUKUN SHOLAT
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
HATI-HATI _saat munfarid_
SALAH BACA PADA TAHIYYAT AHIR SHOLAT _nya_ BATAL
Munfarid artinya melakukan sholat sendirian, lalu apa hubungannya dg bacaan tahiyyat ahir????
Kenapa sholat bisa batal?....
Begini....
Perlu diketahui membaca tahiyyat dan sholawat atas Nabi (saat duduk tahiyyat ahir) *termasuk rukun sholat.*
Doa tahiyyat ahir :
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ اَيُّهَاالنَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلٰى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيٍنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ، وَ أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Cukup berhenti disini (disholawat atas nabi) ini WAJIB dibaca karena termasuk rukun sholat,
(menjadi batal sholatnya jika tidak dibaca)
Sedangkan lanjutanya :
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
(Ini sunnah ab'adh=jika ditinggal karena _lupa_ tidak batal sholatnya tetapi harus diganti sujud sahwi jika sholat sendirian/bukan saat jadi makmum) tetapi jika _sengaja_ ditinggal maka sholatnya cacat menurut madzhab syafi'i)
Kemudian lanjutannya ;
، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، فِى العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Nah yang ini hanya disunnahkan(sunnah hai'at= jika ditinggal tidak batal)
Tetapi yang lebih afdhol ya dibaca semua (yg Wajib,dan yg Sunnah) disini kenapa perlu diketahui, karena setiap rukun sholat itu perkara yg wajib ada, oleh karena itu jika keadaan terkondisikan, misalnya saat kita menjadi makmum harus mengerti konsekuensinya, yaitu selalu mengikuti imam dan berusaha menyempurnakan rukunnya sholat yg wajib ada dan dibaca semampunya,
semisal pada malam bulan Romadhon waktu sholat tarawih, kebiasaan kita warga nahdhiyyin (NU) untuk mencapai 20 tarawih 3 witir, imamnya sholat mempercepat gerakannya, jadi saat duduk tahiyyat-pun menjadi sangat singkat. Sebisa mungkin makmumnya dalam membaca tahiyyat harus sampai(وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ)
Kesimpulan:
(Jika MUNFARID)
Membaca doa tahiyyat ahir cukup sampai sholawat atas keluarga nabi وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
kemudian salam,
sudah sah sholatnya dan tidak perlu sujud sahwi. Tetapi jika menjadi makmum maka di ma'fu sebab adanya kewajiban mengikuti imam.
والله اعلم...
HATI-HATI _saat munfarid_
SALAH BACA PADA TAHIYYAT AHIR SHOLAT _nya_ BATAL
Munfarid artinya melakukan sholat sendirian, lalu apa hubungannya dg bacaan tahiyyat ahir????
Kenapa sholat bisa batal?....
Begini....
Perlu diketahui membaca tahiyyat dan sholawat atas Nabi (saat duduk tahiyyat ahir) *termasuk rukun sholat.*
Doa tahiyyat ahir :
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ اَيُّهَاالنَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلٰى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيٍنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ، وَ أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Cukup berhenti disini (disholawat atas nabi) ini WAJIB dibaca karena termasuk rukun sholat,
(menjadi batal sholatnya jika tidak dibaca)
Sedangkan lanjutanya :
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
(Ini sunnah ab'adh=jika ditinggal karena _lupa_ tidak batal sholatnya tetapi harus diganti sujud sahwi jika sholat sendirian/bukan saat jadi makmum) tetapi jika _sengaja_ ditinggal maka sholatnya cacat menurut madzhab syafi'i)
Kemudian lanjutannya ;
، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، فِى العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Nah yang ini hanya disunnahkan(sunnah hai'at= jika ditinggal tidak batal)
Tetapi yang lebih afdhol ya dibaca semua (yg Wajib,dan yg Sunnah) disini kenapa perlu diketahui, karena setiap rukun sholat itu perkara yg wajib ada, oleh karena itu jika keadaan terkondisikan, misalnya saat kita menjadi makmum harus mengerti konsekuensinya, yaitu selalu mengikuti imam dan berusaha menyempurnakan rukunnya sholat yg wajib ada dan dibaca semampunya,
semisal pada malam bulan Romadhon waktu sholat tarawih, kebiasaan kita warga nahdhiyyin (NU) untuk mencapai 20 tarawih 3 witir, imamnya sholat mempercepat gerakannya, jadi saat duduk tahiyyat-pun menjadi sangat singkat. Sebisa mungkin makmumnya dalam membaca tahiyyat harus sampai(وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ)
Kesimpulan:
(Jika MUNFARID)
Membaca doa tahiyyat ahir cukup sampai sholawat atas keluarga nabi وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
kemudian salam,
sudah sah sholatnya dan tidak perlu sujud sahwi. Tetapi jika menjadi makmum maka di ma'fu sebab adanya kewajiban mengikuti imam.
والله اعلم...
Langganan:
Komentar (Atom)
HUKUM MEMBACA AL-QURAN MUS'HAF, DAN APLIKASI AL-QURAN.
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته HUKUM MEMBACA AL-QURAN MUS'HAF, DAN APLIKASI AL-QURAN. Mushaf adalah Lembaran lembaran yg berisi ayat...
-
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته *JADIKAN SEMUA SEMATA-MATA KARNA ALLOH SWT* Orang-orang yang telah menjadikan Ridho Allah semata sebaga...
-
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته *_ISTIHADOH_* *_istihadoh_* adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita di luar kebiasaan bulannya (h...